Sekarang berbagai lembaga wakaf dan lembaga zakat didorong untuk investasi ditempat yg baru. Supaya uangnya berkembang. Katanya. Katanya katanya.
Jangan lupa Investasi dimanapun ada resikonya. Sempat kepikiran biarkan saja lembaga lembaga itu mencoba Biar tau rasanya. Tapi kuatir mengalami masalah. Apalagi pakai uang umat bulan yang pribadi. Karena itu tulisan ini dan tulisan selanjutnya dibuat.
Tidak ada satupun InvestadiInvestasi dimana ?
Sekarang berbagai lembaga wakaf dan lembaga zakat didorong untuk investasi ditempat yg baru. Supaya uangnya berkembang. Katanya. Katanya katanya.
Jangan lupa Investasi dimanapun ada resikonya. Sempat kepikiran biarkan saja lembaga lembaga itu mencoba Biar tau rasanya. Tapi kuatir mengalami masalah. Apalagi pakai uang umat bulan yang pribadi. Karena itu tulisan ini dan tulisan selanjutnya dibuat.
Tidak ada satupun Investasi yg bebas resiko. Selalu ingat itu. Deposito yg katanya minim resiko, besar juga resikonya. Deposito dijamin LPS. Tapi LPS bergerak setelah Bank ditutup ojk. Sampai Bank ditutup ojk prosesnya panjang dan lama. Bank Awalnya tidak bisa bayar deposito lalu berbagai rasio sakit, lalu ditutup OJK. Selanjutnya diambil LPS. semua itu perlu waktu lama. Selama proses itu nasabah akan kuatir luar biasa.
Reksadana yg katanya aman. Bisa gagal bayar. Return nya juga kecil. Berdasarkan pengalaman Dari 20 an Reksadana saham syariah return rata rata hanya 1 persen setahun. Apalagi bila Reksadana pendapatan tetap dan Reksadana pasar uang. Pasti lebih kecil. Kok di penawaran oleh Manajer investasi angkanya besar ? Nanti akan tahu sendiri setelah mengalami.
Investasi di Saham resiko tinggi. Mau pakai analisis teknikal atau fundamental bisa salah juga. Sritex itu fundamental nya bagus. Semua ratio bagus. Lq 45. Dirutnya ketua asosiasi emiten. Tiba tiba gagal bayar. Sekarang Sritex sudah 3 tahun di suspend. Sebentar lagi mungkin di delisting. Kalau ada orang yg mengaku untung 100 persen di saham dalam sebulan. Dia bisa jadi orang kaya di dunia
Sukuk seharusnya investasi paling aman. Tapi kalau sukuk perusahaan resiko tinggi juga. Sukuk PT pos terancam gagal bayar. Yg aman hanya sukuk pemerintah..
Inves di bisnis orang lain bagaimana ? Ini juga Resikonya tinggi. Banyak masalah. Kalau uang sudah pindah ke orang lain. Sulit untuk kembali. Jangan percaya penawaran penawaran investasi di bisnis orang lain. Proposal Kebanyakan bohong.
Crypto ? Wah apalagi itu jangan.
Lalu kemana harus investasi ?
Nanti disambung tulisan berikutnya
Tulisan diatas berdasarkan pengalaman pribadi. Bukan AI. Bukan katanya. Ya memang tidak jadi ukuran buat semua orang. Setiap orang beda cerita.
Hendra Setiawan
Pengalaman ditipu berbagai investasi yg bebas resiko. Selalu ingat itu. Deposito yg katanya minim resiko, besar juga resikonya resikonya. Deposito dijamin LPS. Tapi LPS bergerak setelah Bank ditutup ojk. Sampai Bank ditutup ojk prosesnya panjang dan lama. Bank Awalnya tidak bisa bayar deposito lalu berbagai rasio sakit, lalu ditutup OJK. Selanjutnya diambil LPS. semua itu perlu waktu lama. Selama proses itu nasabah akan kuatir luar biasa.
Reksadana yg katanya aman. Bisa gagal bayar. Return nya juga kecil. Berdasarkan pengalaman Dari 20 an Reksadana saham syariah return rata rata hanya 1 persen setahun. Apalagi bila Reksadana pendapatan tetap dan Reksadana pasar uang. Pasti lebih kecil. Kok di penawaran oleh Manajer investasi angkanya besar ? Nanti akan tahu sendiri setelah mengalami.
Investasi di Saham resiko tinggi. Mau pakai analisis teknikal atau fundamental bisa salah juga. Sritex itu fundamental nya bagus. Semua ratio bagus. Lq 45. Dirutnya ketua asosiasi emiten. Tiba tiba gagal bayar. Sekarang Sritex sudah 3 tahun di suspend. Sebentar lagi mungkin di delisting. Kalau ada orang yg mengaku untung 100 persen di saham dalam sebulan. Dia bisa jadi orang kaya di dunia
Sukuk seharusnya investasi paling aman. Tapi kalau sukuk perusahaan resiko tinggi juga. Sukuk PT pos terancam gagal bayar. Yg aman hanya sukuk pemerintah..
Inves di bisnis orang lain bagaimana ? Ini juga Resikonya tinggi. Banyak masalah. Kalau uang sudah pindah ke orang lain. Sulit untuk kembali. Jangan percaya penawaran penawaran investasi di bisnis orang lain. Proposal Kebanyakan bohong.
Crypto ? Wah apalagi itu jangan.
Lalu kemana harus investasi ?
Nanti disambung tulisan berikutnya
Tulisan diatas berdasarkan pengalaman pribadi. Bukan AI. Bukan katanya. Ya memang tidak jadi ukuran buat semua orang. Setiap orang beda cerita.
Hendra Setiawan
Pengalaman ditipu berbagai investasi





