Apakah Menaruh dana di pasar keuangan menguntungkan ?

Dalam berbagai kesempatan, sering disampaikan bahwa lembaga wakaf dianjurkan berinvestasi di pasar keuangan. Dijelaskan keuntungan keuntungan yg didapat.Setiap mendengar uraian tentang kehebatan di pasar keuangan.

Timbul pertanyaan :

  • Apakah pembicara itu pernah investasi di pasar keuangan pakai uang pribadi dalam jumlah signifikan atau cuma teori aja.
  • Apakah dia benar benar sudah mempelajari pasar keuangan dengan mendalam.
  • Apakah dia hanya lagi cari duit saja, sedang cari lembaga yg mau dimanfaatkan dananya.

Lembaga wakaf termasuk lembaga yg dibidik oleh manajer investasi. Harus hati hati bila ada penawaran. Karena ini bukan uang pribadi. Uang masyarakat.

Apakah menguntungkan lembaga wakaf masuk ke pasar keuangan.Tulisan sederhana ini akan coba menjawab berdasarkan pengalaman pribadi. Bukan teori bukan sekedar kata orang.

Untuk mempersempit diskusi ini tulisan hanya membahas tentang Reksadana.

Berdasarkan pengalaman pribadi. Menaruh uang di Reksadana tidak menguntungkan. Tahun tahun 2012 dan 2013 membeli Reksadana 16 macam. Semuanya Reksadana saham syariah. Dari berbagai manajer investasi. Nilainya tidak terlalu besar. 10 sampai 20 juta per Reksadana. Tahun 2023 semua dijual.

Bagaimana hasilnya? Sering disebutkan Reksadana saham punya keuntungan 30 persen per tahun. Kenyataan yg kami alami tidak seperti itu.

Reksadana saham syariah di Indonesia ada 60 an. Kami punya 16 diantaranya. Disimpan selama 10 tahun.. Lalu dicairkan. Kenaikan nya ternyata hanya 1 persen per tahun.

Bila ada yg lebih berpengalaman punya Reksadana saham syariah lebih dari 16 , disimpan lebih dari 10 tahun dan kenaikan nya lebih dari 1 persen per tahun. Silahkan bisa mengkoreksi nya. Tulisan ini sebagai bukti rasa sayang kepada lembaga wakaf yg ada. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak lain.

Analisis nya: Reksadana harus pas masuknya dan harus tepat jualnya. Disimpan dalam jangka waktu lama. Bukan berarti lebih baik. Malah Bisa minus.

Kita tidak tahu apa kondisi ekonomi ke depan – ada fee beli dan jual. Ini kadang dilupakan. Nilainya signifikan saat kenaikan kecil.

Kesimpulan: Menaruh uang di pasar keuangan sangat berbahaya Reksadana dianggap lebih baik karena dikelola profesional. Kenyataan nya tidak menguntungkan. Inflasi 4 persen per tahun.

Dari data saya diatas. Naruh di Reksadana bila dikurangi inflasi nilai uang minus 3 persen. Bila tetap ingin investasi di pasar keuangan, penanggung jawab harus coba pakai uang pribadi dalam jumlah signifikan dulu. Biar tahu rasanya, biar tahu resiko dan ketegangan nya. Setelah itu baru pakai dana wakaf.

Lalu dimana menaruh uang yg menguntungkan dan aman untuk lembaga wakaf. Ada satu saran. Bukan di saham, buka. Di deposito, buka. Di derivatif. Dimana? Akan kita bahas dalam tulisan berikut nya.

Hendra Setiawan

  • Mahasiswa S3 Filantropi dan Kebencanaan UIN Sunan Kalijaga.
  • Pelatihan dan sertifikasi keahlian keuangan 9x.
  • Investor di pasar keuangan sejak 2009.
  • Berpengalaman sering ditipu orang dan perusahaan keuangan.